Tegalsari

SEJARAH PERKAMPUNGAN TEGALSARI


Pelaku Riwayat:

  1. Nyai Pandansari (Nyai Rondo Kasiyan)
  2. Kyai Sentono
  3. Kyai Sejo
  4. Kyai Bela Belu Bentulu Aji

       Nyai Pandansari (Nyai Rondo Kasiyan) adalah adik Mbah Kyai Singosari dan Kyai Singoranu, beiiau mendapat kepercayaan untuk membuat perkampungan dan persawahan yang dibantu dua orang, yaitu Kyai Sejo dan Kyai Bela Belu, dan mereka merupakan pendatang baru. Semula Nyai Rondo Kasiyan sangat mencurigainya, tetapi karena niat Kyai Bela Belu mempunyai niat yang baik dan kuat serta patuh kepada semua perintah Nyai Rondo Kasiyan,

       Akhirnya Nyai Rondo Kasiyan mempersilahkan asal mereka dapat memenuhi permintaannya, yaitu apabila dapat membuat mata air bersih untuk keperluan sehari-hari. Atas permintaan Nyai Rondo Kasiyan tersebut Kyai Bela Belu menyanggupi dan tidak terlalu lama dapat membuat sumur yang mendapatkan air bersih.

        Adapun Kyai Sentono tugasnya membuat saluran air, dalam mengerjakan saluran air baru selesai 60% Kyai Sentono mendapat musibah tertimpa longsoran tebing dan tertutup tanah, dan tidak dapat keluar dari timbunan tanah. Nyai Rondo Kasiyan terperanjat dan merasa curiga karena sebagai biasanya tiap tiga hari sekali Kyai Sentono pulang memberi tahu hasil pekerjaannya, tetapi ditunggu samapi hari ke empat juga belum pulang, Nyai rondo Kasiyan semakin cemas yang pada akhirnya pada hari kelima memerintahkan Kyai Bela Belu untuk mencarinya, tetapi sia-sia tidak dapat ditemukannya, hanya diketahui didekat lokasi di temukan longsoran tebing,

       Akhirnya pada ke enam Nyai Rondo Kasiyan memberitahu kepada Kyai Singoranu dan Mbah Kyai Nompo Boyo, kemudian pada hari ke tujuh baru bisa dilaksanakan penggalian longsoran, ternyata sampai dasar parit dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Kemudian mereka pulang bersama ke Pondok Nyai Pandansari (Rondo Kasiyan) untuk mengadakan syukuran/selamatan sekaligus Kyai Nompo Boyo dan rombongan bersepakat bahwa perkampungan tersebut diberi nama Pandansari. Dan Makam Nyai Pandansari (Rondo Kasiyan) berad di Desa Getas, gunung Tugel, Pandansari. Sedangkan Makam Kyai Bela Belu  di Desa Tegalsari.


Diriwayatkan oleh: KH.Agus Muhammad Bin Kyai Marfu'.

Komentar

Postingan Populer